Bahaya orang tua yang sering memukul anak
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa memukul anak memiliki dampak berbahaya bagi perkembangan anak. Menghukum anak dengan kekerasan tidak membuat anak jera, namun hanya memiliki satu hasil positif yaitu patuh dalam jangka pendek. Sementara itu memukul anak justru berdampak pada perubahan perilaku anak dan kondisi psikologis anak.
Beberapa bahaya dari memukul anak antara lain:
1. Anak terbiasa dengan kekerasan
Anak yang sering dipukul akan merasa bahwa kekerasan adalah hal yang benar dan boleh dilakukan pada siapa saja, termasuk anak kecil. Hal ini dapat menumbuhkan sikap agresif pada anak dan dapat membuatnya menjadi pelaku kekerasan ketika dewasa.
2. Hubungan orang tua dan anak tidak harmonis
Anak yang sering dipukul dapat membuatnya merasa tidak disayang, anak takut dan trauma pada orang tua. Bahkan anak juga bisa menganggap bahwa pukulan merupakan tanda sayang orang tua pada anak sehingga di masa mendatang ia bisa saja melakukan hal yang sama pada anak-anaknya.
3. Menyebabkan anak depresi
Anak juga bisa merasa depresi atas sikap orang tua tersebut. Terkadang hal ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata dan akan diluapkan dengan tindakan yang merusak diri sendiri seperti menyakiti dirinya sendiri dan hal negatif lainnya.
4. Gangguan emosional anak
Anak yang sering dipukul akan berisiko tumbuh menjadi anak yang rendah diri, mengalami kerusakan otak, gangguan perhatian dan kurangnya keterampilan sosial lainnya.
5. Memukul anak tidak membuatnya lebih baik
Memukul anak tidak dapat membuat anak menjadi lebih baik alam waktu singkat. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kekerasan tidak mampu mengubah perilaku anak menjadi lebih baik, apalagi dalam waktu singkat. Untuk itu sebaiknya hentikan menggunakan kekerasan sebagai cara untuk mendisiplinkan anak.